Wanita Ini Seperti Vampir, Tak Bisa Kena Sinar Matahari

LAMTUR.COM- Mungkin anda semua sudah tau, jika kehidupan yang namanya vampir seperti diceritakan di film film sangat takut dengan sinar matahari, karena bisa membuat mereka tersiksa dan terbakar.

Mungkin Anda berpikir itu hanyalah sekadar kisah fiktif dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Tapi ternyata itu salah. Di kehidupan nyata, beberapa orang mungkin tidak bisa terkena sinar matahari lantaran memiliki alergi.

Julie Rohrdanz adalah salah satu dari kelompok orang yang mengidap erupsi cahaya polimorfik atau alergi terhadap sinar matahari. Mereka yang terkena alergi ini dapat memiliki kulit melepuh dan gatal saat terpapar sinar matahari.

Melansir okezone dari Metro, Jumat (2/3/2018), Julie mengetahui dirinya terkena alergi tersebut empat tahun lalu setelah menyetir mobil. Ia sering menggaruk tangannya yang terpapar sinar matahari selama menyetir. Menyadari kulitnya menjadi sangat sensitif, ia pun segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Kulit saya bisa terbakar seperti api walaupun itu hanya terpapar sinar sedikit. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang benar-benar salah, terlebih ibu saya juga mengalami kondisi yang sama,” ungkap Julie. Ahli dermatologi mengungkapkan jika dirinya alergi terhadap sinar UVA dan UVB. Bila alerginya kambuh, kulit baru akan membaik seminggu kemudian.

Sekadar informasi, sinar UVA dapat menembus ke dalam lapisan paling tebal di kulit yaitu dermis. Sedangkan sinar UVB bisa membakar lapisan kulit yang lebih dangkal kulit. Untuk kasus alergi Julie, tingkatannya sudah cukup parah sehingga sedikit saja terkena cahaya alerginya akan kambuh. Guna menyiasati hal tersebut, dirinya menggunakan perlengkapan pelindung di seluruh tubuh.

“Saya memakai kacamata hitam, selendang, baju lengan panjang, topi, dan jaring yang menutupi wajah. Untungnya saya masih bisa melihat pemandangan karena pakaian itu memungkinkan saya untuk pergi keluar. Saya bertekad untuk tidak melewatkan hidup saya karena penyakit ini,” imbuh Julie.

Bila Anda kebetulan memiliki alergi yang sama dengan Julie, ia menyarankan untuk menggunakan hydroxychloroquine yaitu obat yang biasa digunakan untuk menyembuhkan malaria. Menurutnya obat tersebut membawa pengaruh besar dalam meringankan gejalanya. Julie berharap bisa membagikan kisahnya kepada banyak orang yang mengalami alergi serupa agar bisa menemukan solusinya.

Kuy, share ke temanmu

Komentar