Riwayat Hotel Alexis Tamat

LAMTUR.COM- Riwayat gedung dengan nama PT Grand Ancol Hotel alias Hotel Alexis, akhirnya resmi tamat. Hari ini, di luar halaman hotel tersebut terpampang spanduk bertuliskan permohonan maaf dan menyatakan bahwa usaha Hotel Alexis tidak beroperasi lagi. Seperti itulah poin utama yang ingin disampaikan lewat kain putih berukuran 3 x 3 meter.

Loading...

Dilansir dari liputan6.com, sejak pukul 11.00 WIB hanya terlihat aktivitas awak media yang hendak meliput. Selain itu, beberapa petugas keamanan lalu-lalang memperhatikan gerak-gerik perwarta.

Petugas keamanan berjaga secara bergantian di dua sisi palang pintu. Seorang berdiri tepat di samping plang “titik kumpul”. Sementara seorang lagi berdiri tak jauh dari pos penjagaan. Mereka memberikan batas ruang kepada para pewarta.

Untuk malam ini, pemandangan Hotel Alexis tampak berbeda. Lokasi yang biasanya dihiasi lampu yang terang benderang kini terpantau nyaris gelap gulita. Tak ada lampu yang menyala di gedung tinggi itu. Dari luar, hanya lampu yang menyinari bagian ruangan lobi.

Sekitar pukul 19.24 WIB, terlihat segerombolan orang mengenakan pakaian biru dongker yang mirip dengan seragam petugas keamanan. Mereka berjalan ke arah pintu masuk gedung.

Di antara petugas itu ada yang membawa senter putih. Sinarnya beberapa kali disorot-sorotkan ke bawah. Hingga pukul 19.50 WIB, tidak terlihat wanita-wanita berpakaian seksi berseliweran di areal gedung.

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Toni Bako, mengatakan penutupan salah satu anak usaha Alexis, yakni 4Play, berdasarkan pada laporan media massa.

Menurut dia, dinas yang dipimpinnya mengusulkan penutupan. Eksekusinya dilakukan oleh Satpol PP DKI. Dengan penutupan 4Play, maka seluruh unit usaha Alexis ditutup. Sebanyak empat (4) usaha, yakni karaoke, musik hidup, bar, dan restoran. “Sesuai dengan pergub iya. Ada empat yang ditutup,” ujarnya.

Selain itu, Alexis disebut Toni melanggar pasal prostitusi, yaitu Pasal 55 Pergub 18/2018. Pelanggaran adanya prostitusi sudah terbukti dan menjadi dasar penutupan permanen Alexis.

“Kalau sudah begitu ya udah terbukti dong. Kita kan enggak berani kalau enggak ada bukti,” ucapnya.

“Tutup habis. Permanen. Riwayatmu habis, tamat riwayatmu. Kita kan enggak mau generasi muda kita dirusak,” Toni menandaskan.

Kuy, share ke temanmu

Komentar