Istrinya Diduga Terlibat Gratifikasi Rp 6 Miliar, Apakah Zumi Zola Tau?

LAMTUR.COM, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola tersangka kasus dugaan menerima gratifikasi senilai Rp 6 miliar. Dalam kasus tersebut, KPK juga mengusut keterlibatan Sherrin Tharia, istri Zumi Zola.

Terkait hal itu, ia mengaku belum mendengar kabar tersebut. “Belum mendengar, saya belum mendengar soal itu (keterlibatan istri),” ujar Zumi Zola saat jumpa pers di rumah dinasnya, Kota Jambi, Sabtu (3/2) seperti diberitakan Antara.

Sementara itu, saat ditanya dugaan gratifikasi Rp 6 miliar, Zola enggan berkomentar. Ia meminta untuk menunggu proses persidangan.

“Soal Rp 6 miliar itu nanti kan ada sidangnya kita lihat nanti. Sementara ini kita ambil positifnya saja dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” singkatnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut adalah pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 29 November 2017 lalu terhadap Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saifudin dan anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono.

Zola dan Arfan dijerat pasal 12 B atau pasal 11 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan terjadinya tindak pidana suap yang dilakukan oleh Pelaksana tugas Kadis PUPR Provinsi Jambi tak terlepas dari perintah atasan, dalam hal ini Gubernur Zumi Zola.

“Logikanya apakah para Plt ini sendiri punya kepentingan untuk memberikan sesuatu kepada DPR agar ketok palu terjadi, penetapan APBD 2018. Cara berpikir seperti ini apapun alasannya ada keikutsertaan kepala daerah dalam hal ini gubernur,” ujar Basaria dalam konferensi pers di gedung KPK, Jumat (2/1).

Lebih lanjut, Basaria mengatakan dalam proses pemberian suap mustahil berasal dari kantong pribadi. Alhasil, suap dikumpulkan dari sejumlah kontraktor yang memiliki proyek di Provinsi Jambi.

“Apakah para kepala dinas tadi bersama-sama dengan gubernur memberikan sesuatu kepada DPR dari kantong sendiri itu tidak mungkin pasti dana itu mereka terima, dikumpulkan dari kontraktor dan pengusaha dan itu sedang dibuktikan dan pengembangan saat ini,” tandasnya. (Merdeka.com)

Kuy, share ke temanmu

Komentar