Gunung Merapi Meletus Lagi, Ribuan Masker Dibagikan

LAMTUR.COM- Gunung Merapi kembali meletus. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali, ada tujuh wilayah desa yang diguyur hujan abu letusan Gunung Merapi. Terutama di wilayah Kecamatan Selo.

“Ada tujuh desa yang terjadi hujan abu, salah satunya di Tlogolele yang paling dekat dengan puncak Merapi. Ketebalannya bervariasi,” ujar Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, dilansir dari viva.co.id.

Menurut Bambang, wilayah hujan abu letusan Merapi terjadi karena letusan vertikal dan saat itu angin berubah arah ke barat daya. “Saat letusan vertikal terjadi, kemudian arah angin berubah ke barat daya. Dampak dari angin ini membuat beberapa titik di Boyolali terjadi hujan abu,” kata Bambang.

Guna mengantisipasi dampak buruk hujan abu, BPBD Boyolali telah membagikan ribuan masker kepada penduduk di wilayah terdampak hujan abu. “Sebelumnya telah dibagikan sekitar 8.000 masker, terus kemudian ditambah lagi 6.000 masker,” katanya.

Sementara itu, selain wilayah Kabupaten Boyolali, hujan abu juga terjadi di wilayah Yogyakarta.

Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar mengatakan, pada pukul 08.58 WIB seputar pos PGM Jrakah terjadi hujan abu pada pukul 09.02 WIB, seputar pos PGM Selo juga terjadi hujan abu.

“Pada awal letusan angin mengarah ke barat laut namun pada pukul 08.30 WIB informasi dari BMKG Satklim Yogyakarta angin mengarah ke barat daya,”ujarnya.

Seperti diketahui, Merapi meletus pada pukul 08.20 WIB dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi dua menit. Tinggi kolom letusan 6000 meter mengarah ke barat laut dan teramati dari pos pengamatan Gunung Merapi di Jrakah.

Kuy, share ke temanmu

Komentar